Thursday, October 30, 2014

FAKTOR YG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MELAKUKAN PEMBELIAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SUATU PRODUK
I. Pendahuluan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.
Adapun yang mempengaruhi faktor-faktor perilaku konsumen antara lain, kekuatan social budaya terdiri dari factor budaya, tingkat social, kelompok anutan ( small reference groups) dan keluarga. Sedangkan kekuatan psikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.
Menganalisis perilaku konsumen akan berhasil apabila kita dapat memahami aspek-aspek psikologis manusia secara keseluruhan. Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
II. Pembahasan
A. Struktur yang mencakup beberapa komponen dari kumpulan sejumlah keputusan konsumen
Keputusan tentang jenis produk.
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.
Keputusan tentang bentuk produk.
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.
Keputusan tentang merk
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.
Keputusan tentang penjualnya
Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.
Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.
Keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.
Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.
B.        Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen

Perilaku Konsumen menurut Schiffman, Kanuk (2004, p. 8) adalah perilaku yang ditunjukkan konsumen dalam pencarian akan pembelian, penggunaan, pengevaluasian, dan penggantian produk dan jasa yang diharapkan dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :

Faktor Sosial
a. Group
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
b. Family Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
c. Roles and Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler, Amstrong, 2006, p.135).

Faktor Personal
a. Economic Situation (Keadaan Ekonomi)
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
b. Lifestyle (Pola/Gaya Hidup)
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
c. Personality and Self Concept (Karakteristik)
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).
d. Age and Life Cycle Stage (Umur)
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
e. Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207).

Faktor Psychological

a. Motivation (Moitivasi)
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).

b. Perception (Persepsi)
 Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).

c. Learning (Pembelajaran)
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).

d. Beliefs and Attitude (pemikiran deskriptif)
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).

Faktor Cultural
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).

a. Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).

b. Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132).

Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian menurut Schiffman, Kanuk (2004, p.547) adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, haruslah tersedia beberapa alternatif pilihan. Keputusan untuk membeli dapat mengarah kepada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu dilakukan. Bentuk proses pengambilan keputusan tersebut dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Fully Planned Purchase, baik produk dan merek sudah dipilih sebelumnya. Biasanya terjadi ketika keterlibatan dengan produk tinggi (barang otomotif) namun bisa juga terjadi dengan keterlibatan pembelian yang rendah (kebutuhan rumah tangga). Planned purchase dapat dialihkan dengan taktik marketing misalnya pengurangan harga, kupon, atau aktivitas promosi lainnya.
2. Partially Planned Purchase, bermaksud untuk membeli produk yang sudah ada tetapi pemilihan merek ditunda sampai saat pembelajaran. Keputusan akhir dapat dipengaruhi oleh discount harga, atau display produk
3. Unplanned Purchase, baik produk dan merek dipilih di tempat pembelian. Konsumen sering memanfaatkan katalog dan produk pajangan sebagai pengganti daftar belanja. Dengan kata lain, sebuah pajangan dapat mengingatkan sesorang akan kebutuhan dan memicu pembelian (Engel, F. James, et.al , 2001, pp.127-128)
  
Dari penulisan ini juga didapat tipe-tipe perilaku konsumen dalam pembelian produk, yakni :
Menurut Wilkie (1990), tipe perilaku konsumen dalam melakukan pembelian dikelompokkan menjadi empat berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat keterlibatan diferensiasi merek, yang dijelaskan sebagai berikut :
a. Budget Allocation (Pengalokasian budget).
Pilihan konsumen terhadap suatu barang dipengaruhi oleh cara bagaimana membelanjakan atau menyimpan dana yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu melakukan pinjaman untuk melakukan pembelian.
b. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak).
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat oleh konsumen, berkenaan dengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri.
c. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk).
Perilaku pembelian berdasarkan pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau di mana konsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut. Misalnya, apakah lokasi bakery menjadi salah satu faktor yang menentukan konsumen dalam melakukan proses pembelian.
d. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya).
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yang sebenarnya ingin dibeli.

III. Kesimpulan Kesimpulan adalah perilaku konsumen yang dilakukan individu maupun kelompok yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor dan struktur itu sendiri.
Adapun juga tingkat keterlibatan diferensiasi merek juga dapat mempengaruhi seorang konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian suatu produk. Variabel pemikiran konsumen adalah faktor kognitip yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga tipe variable pemikiran berperan secara esensial dalam pengambilan keputusan, antara lain persepsi karateristik merk, sikap lanjutan terhadap merk dan manfaat keinginan konsumen. Ini merupakan juga hasil akhir proses konsumen keputusan konsumen.



Sumber : -http://wahyu-stevanus.blogspot.com/2011/03/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html-http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

definisi perilaku konsumen

Definisi Perilaku Konsumen


PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN

Menurut John C. Mowen dan Michael Minor mendefinisikan perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk,jasa dan pengalaman serta ide-ide.
Menurut Lamb, Hair dan Mc.Daniel menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat keputusan untuk membeli, menggunakan serta mengkonsumsi barang-barang dan jasa yang dibeli, juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk.(Rangkuti,2002:91)
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard, menyatakan bahwa perilaku konsumen adalahtindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Perilaku konsumen dapat disarikan dari semua definisi diatas sebagai studi tentang proses pengambilan keputusan oleh konsumen dalam memilih, membeli,memakai serta memanfaatkan produk,jasa,gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat konsumen.
Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu :
1. Konsumen adalah raja
Ia memiliki kemampuan penuh untuk menyaring semua upaya untuk mempengaruhi, dengan hasil bahwa semua yang dilakukan oleh perusahaan harus disesuaikan dengan motivasi dan perilaku konsumen.
2. Motivasi dan perilaku konsumen dapat dipahami melalui penelitian
Hal-hal yang berkaitan dengan motivasi dan perilaku dapat diketahui melalui penelitian, sehingga penelitian ini dipakai sebagai acuan dalam membuat program pemasaran, perencanaan periklanan, perencanaan promosi sehingga hal-hal yang terjadi pada masa yang akan datang dapat diprediksi.

Definisi perilaku konsumen menurut wikipedia
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.[1] Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.[2] Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang
Tujuan mempelajari perilaku konsumen
Terdapat beberapa alasan pentingnya mempelajari Perilaku Konsumen, antara lain :
1. Analisis Konsumen sebagai Dasar Manajemen Pemasaran. Analisis ini akan membantu para manajer untuk :
a. Mendesain bauran pemasaran
b. Mensegmen pasar bisnis
c. Memposisikan dan mendirensiasikan produk
d. Melaksanakan analisis lingkungan
e. Mengembangkan studi riset pasar
2. Perilaku konsumen harus memainkan peranan yang penting dalam pengembangan kebijakan publik
3. Studi perilaku konsumen akan memungkinkan seseorang menjadi konsumen yang lebih efektif
4. Analisis konsumen memberikan pengetahuan menyeluruh tentang perilaku manusia
5. Studi perilaku konsumen juga memberikan tiga jenis informasi :
a. Orientasi Konsumen
b. Fakta-fakta tentang perilaku manusia
c. Teori-teori yang menjadi pedoman proses pemikiran



ICHWAN FIDDIEN
13212548

Wednesday, November 6, 2013

fakta orgasme

10 Fakta Terselubung Tentang Orgasme


Hal yang satu ini, hingga sekarang masih menjadi sebuah perdebatan. Ya, Orgasme adalah sebuah sensasi yang tak bisa diungkapkan, yang biasanya kita peroleh selama berhubungan sexual. Dan ini 10 kebeneran mengenai Orgasme, seperti dikutip dari riskydhe.mywapblog.com

1. Pada tahun 1950an, Robert Kinsey, saintis pertama yang mempelajari seksualitas manusia secara detail, mengartikan orgasme sebagai “keheningan yang semakin keras, klimaks, dan tiba-tiba yang dicapai oleh orkestra dari emosi manusia; ledakan ketegangan; dan bersin”. Definisi tersebut seterusnya dipersingkat menjadi “sesuatu yang luar biasa”.
2. Wanita bisa mempunyai dua jenis orgasme, melalui klitoris dan vagina. Sensasinya berbeda karena berbeda pula syaraf yang dilibatkan. Klitoris memiliki lebih dari 8000 syaraf sementara penis hanya 4000. Diperkirakan 24%-37% wanita tidak bisa klimaks.
3. Tidak ada yang tahu benar kenapa kita bisa orgasme. Saintis percaya kalau itu adalah hasil dari evolusi, seperti puting pada pria. Berbicara tentang puting, beberapa orang bisa mengalami orgasme karena disentuh bagian ini. Ada juga orang-orang yang merasakan orgasme di bagian tubuh lain seperti tangan dan kaki. Lebih aneh lagi, ada orang yang orgasme di bagian tubuh yang sudah tidak ada, ini disebut orgasme non-genital (bukan alat kelamin).
4. Jika syaraf sacral di syaraf tulang belakang diberi oksigen dan dirangsang menggunakan listrik, secara teori orang mati bisa mengalami orgasme juga.
5. Perkiraan jumlah sperma pria dalam ejakulasinya seumur hidup adalah sedikitnya 14 galon.
6. Sarah Carmen menderita sindrom gairah seksual permanen yang meningkatkan aliran darah ke organ seks. Karena ini, dalam sehari dia bisa mengalami 150 hingga 200 orgasme yang tidak bisa dikontrol.
7. Orgasme wanita terbanyak yang tercatat dokter adalah 134 kali dalam satu jam. Edaaaannn….
8. Saat ratu lebah berhubungan dengan lebah jantan, alat kelamin si jantan diputuskan dan meletup saat orgasme. Hal ini sebagai penyumbat sehingga tidak ada lebah jantan lain yang bisa berhubungan dengan si ratu lebah.
9. Bonobo dan mungkin lumba-lumba berhubungan seks untuk kesenangan, seperti halnya manusia.
10. Orgasme dari seekor babi bisa bertahan hingga 30 menit.



http://terselubung.in/umum/10-fakta-terselubung-tentang-orgasme.html

WOW !

Ms. V Terkuat, Mr. P Terpanjang dan Payudara Terbesar di Dunia


Berbicara rekor pasti yang terlintas di benak kita adalah sesuatu hal yang tak lazim atau biasa. Misalnya makanan terbesar atau terberat, bahkan ada yang mencapai panjang hingga kiloan meter. Namun kali ini, terselubung akan membahas rekor dunia tentang tubuh, atau rekor yang di pecahkan menggunakan tubuh. Nah, apa sajakah rekor-rekor tersebut? Inilah dia 7 rekor dunia unik seperti dikutip dari riskydhe.mywapblog.com, mulai dari Miss. V terkuat di dunia hingga Mr. P terpanjang.

1. Miss. V Terkuat

Pemilik Miss. V terkuat ini adalah seorang wanita asal Rusia yang bernama Tatyana Kozhevnikova. Pada saat itu ketika usia sudah menginjak 40 tahun, Tatyana sanggup menahan beban maksimal seberat 14kg dengan menggunakan otot Miss. V miliknya.
Kemampuan Tatyana membuatnya meraih gelar dari Guinness World Record untuk ‘vagina weightlifting (vagina terkuat)’. Dalam program acara “The Body Shocking Show” Tatyana menunjukkan bahwa otot vaginanya sanggup menahan beban. Di sana ia menggantungkan barbel seberat 6 kg atau setara dengan berat dua melon, hanya dengan menggunakan otot-otot di vaginanya. Wanita itu memasukkan semacam telur dari kayu sebagai tempat tumpuan beban di dalam vaginanya. “Saya memasukkan peralatan ini, dan kemudian hanya mengencangkan otot-otot vagina dan saya tahan di dalamnya,” ujar Tatyana Kozhevnikova.

2. Payudara Terbesar

Memiliki Payudara terbesar di dunia, wah seperti apa ya rasanya? Pada awalnya Annie Hawkins, pemegang rekor dunia ini malu terhadap bagian tubuhnya tersebut, bagaimana tidak, dia memiliki ukuran Bra 102ZZZ, GILA…
Annie sempat menjadi model “dewasa” professional dengan nama samaran Norma STITZ Tapi setelah menjadi model di sebuah majalah pria dewasa, Annie mengaku ia bahkan jatuh cinta pada dirinya sendiri setiap ia melihat foto-fotonya.
“Beberapa dokter menyarankan saya untuk operasi payudara, tapi saya menolak. Ini alami dan saya tidak ingin menyakiti diri saya sendiri,” ujar Annie.

3. Mr. P Terpanjang

Memiliki Mr. P “Perkasa” adalah idaman setiap pria, namun jika memiliki Mr. P terpanjang di dunia, seperti apa ya rasanya? Inilah salah satu kejadian yang di alami Jonah Falcon, Pria dengan Mr.P Terpanjang.
Sebuah peringatan keamanan berbunyi tatkala Jonah Falcon berada di Bandara San Fransisco. Seorang petugas keliru menganggap apa yang ada di dalam celana dalam Falcon sebagai sesuatu yang membahayakan. Mereka sangat khawatir dengan “tonjolan besar” yang sangat jelas terlihat dari celana Falcon. Ternyata diketahui Falcon yang berusia 41 tahun ini memiliki panjang penis 13,5 inci atau sekitar 33,5 cm, dan akan lebih panjang ketika ia merasa terangsang, dan itu adalah ukuran 2 kali lebih panjang dari ukuran normal pria biasanya di San Fransisco. Gila, tidak terbayang bagaimana repotnya merawat “Onderdil” sebesar itu ya?

4. Kaki Terpanjang

Adalah Svetlana Pankratova yang memegang rekor kaki terpanjang di dunia. Ia yang kini berusia 41 tahun itu memiliki kaki sepanjang 3 ins 4ft, sejak 8 tahun lalu. Saat kuliah ia menjadi pemain basket di Virginia Common wealth University, Amerika Serikat dengan catatan pertandingan yang tidak terkalahkan.
Memiliki kaki sepanjang itu, jelas saja rekor basketnya tak terkalahkan, dan sepertinya tidak perlu tangga lagi ya.

5. Lidah Terpanjang

Siapa sangka lidah Chanel Tapper ternyata berukuran 9,75 cm. Chanel yang masih berusia 21 tahun ini berasal dari California. Dia memiliki otot mulut dan lidah yang kuatnya 2 kali lipat dari ukuran lidah normal. Chanel mengatakan terkadang hal ini menjadi leluconan oleh teman-temannya.

6. Tattoo Terbanyak

Rekor ini dipegang oleh Tom Leppard yang berusia 78 tahun dan Isobel Varley 76 tahun. Mereka berdua memiliki tato lebih dari 90% di seluruh bagian tubuhnya. Tom yang juga dikenal sebagai Lepaard Skye memiliki tattoo seperti macan tutul di tubuhnya dan hidup dalam kesendirian di sebuah pulau di Skotlandia. Begitu pun dengan Isobel yang berasal dari London. Ia pertama kali memiliki tattoo burung di bahu kanannya pada saat ia berusia 40 tahun. Kini 93% bagian tubuhnya ditutupi oleh macam-macam tattoo.

7. Paling Banyak Ditindik

Pemegang rekor terbanyak tindikan dimiliki oleh Elaine Jackson yang memiliki lebih dari 7000 tindikan di badannya, baik itu eksternal maupun internal. Elaine yang kini berusia 47 tahun ini mengatakan berkomitmen tidak akan pernah menghilangkan tindikannya itu karena sama sekali tidak mengganggunya




http://terselubung.in/unik/ms-v-terkuat-mr-p-terpanjang-dan-payudara-terbesar-di-dunia.html

Tuesday, November 5, 2013

PENGANTAR EKONOMI


No Untuk soal 1-3 liat pernyataan dibawah ini.


PT. ABG adalah perusahaan pemasok material bahan baku yang sedang melayani sebanyak 60 perusahaan pelanggan, studi yang dilakukan oleh bagian akuntansi menunjukkan bahwa biaya administrasi dan penjualan setiap pelanggan di ketahui merupakan fungsi TC = 40.000 + 50Q + 4Q2, dimana TC pertahun ($) dan Q adalah banyaknya perusahaan pelanggan, dengan menggunakan model regresi kubik anda diminta untuk :

1.berapa biaya tetap perusahaan setiap tahunnya ?
A. $ 40.000                          C.$ 60.000           
B. $ 32.000                           D.$ 25.000
2.berapa biaya rata-rata sekarang yang dikeluarkan perusahaan untukmelayani sebanyak 60 pelanggan ?
A. $ 234                                  C. $ 666
B. $ 780                   D. $ 957

3.Hitung jumlah pelanggan pada tingkat output pada biaya rata-rata minimum
A. $ 780                                    C. $ 400
B. $ 850                     D. $ 800

JAWABAN
1. intersep (kontanta) untuk fungsi biaya total kuadratik diatas adalah $  40,000. Hal ini mengindikasikan bahwa biaya tetap perusahaan per tahun aladah :$ 40.000  (A)
2 Pada saat sekarang perusahaan sedang melayani 60 perusahaan pelanggan (Q=60), sehingga biaya rata-rata per perusahaan adalah :

AC  = TC/Q     = (40000 + 50Q + 4Q2)/Q

= {40000 + (50) ( 60) + 3 (60)2 } / 60

= 57400 / 60

=957

Jadi biaya rata-rata yang dikeluarkan perusahaan untuk melayani setiap perusahaam pelanggan adalah $957 (d)



3. Pada kondisi biaya rata-rata minimun (AC minimum), maka biaya marjinal (MC)

sama dengan biaya rata-rata (AC). Dengan demikian tetapkan MC = AC

TC       = 40000 + 50Q + 4Q2→ MC = 50 + 8Q

AC      = TC/Q            = (40000 + 50Q + 4Q2)/Q = (40000/Q) + 50 + 4Q

MC      = AC → 50 + 8Q = (40000/Q) + 50 + 4Q → 4Q = 40000/Q →

4Q2   = 40000

Q2    = 10000 → Q = 100

Dengan demikikian tingkat output yang meminimumkan biaya rata-rata perusahaan adalah melayani 100 perusahaan pelanggan (Q = 100). Pada tingkat output ini biaya rata-rata minimum adalah sebesar : AC = TC/Q = (40000 + 50Q + 4Q2)/ Q = (40000/Q) + 50 + 4Q = (40000/100) + 50 + 4 (100) = $ 850 (B)

KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunanmakalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalahini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman dan ilmu pengetahuan yang saya miliki sangat kurang. Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
                                               

                                                                                                                                                                Depok  19 maret 2013

                                                                                                                                                                          Penyusun


YOUTH PROGRAM


variable terikat : laporan diri dalam pengembangan hubungan dengan pemuda


Pekerja muda diminta untuk menilai seberapa baik mereka berada di masing-masing dari tiga keterampilan yang berkaitan dengan mengembangkan hubungan positif yang kuat dengan pemuda pada Program dengan skala 10 point (1 ¼ sangat tidak setuju, 10 ¼ sangat setuju). Keterampilan dinilai pada skala ini mendukung hubungan meliputi:'' Memahami titik pandang pemuda,'''' Berkaitan dengan baik dengan pemuda dari berbagai latar belakang culturesand,'' dan'' Jika pemuda memiliki masalah, saya mudah untuk melakukan pendekatan.'' dukungan berskala kompetensi yang hubungannya adalah bagian dari skala yang lebih besar menilai keseluruhan dengan kompetensi jabatan yang dilaporkan pekerja muda dalam mengimplementasikan fitur yang berhubungan dengan hasil pengembangan remaja positif seperti diuraikan di arecent National Academy of Youth Development Report (Eccles & Gootman, 2002) . Dengan skala kompetensi yang yang dilaporkan lengkap mulanya terdiri 48 butir pasir 8 sub-skala yang dikembangkan oleh Hartje et al. (2008). Penelitian iniNamun demikian, menggunakan versi singkat yang mengandung 27 yang mengikuti  hasil analisis faktor anexploratory yang menunjukkan bahwa beberapa item faktor  rendah pemuatannya (Hartje et al, 2008.).  dukungan berskala hubungan yang memiliki tingkat Cronbachalpha dari .78.
ELEMEN UNTUK SUKSES 1: KOMPENSASI
Para peneliti telah menyarankan seburuknya adanya konpensasi yang mungkin ikut bertanggung jawab terhadap tingkat penganguran yang tinggi para pekerja muda (Nasional Kolaborasi forYouth, 2006). Tiga langkah kompensasi dilibatkan dalam studi ini.
Gaji tahunan. Peserta diminta untuk melaporkan upah mereka dalam salah satu dari dua cara: (a) jumlah kisaran gaji tahunan mereka atau (b) laporan terbuka dari upah per jam mereka. Upah per jam kemudian dikonversi ke gaji tahunan dengan mengalikan jumlah jam peserta yang dilaporkan bekerja setiap minggu dengan upah per jam mereka yang dilaporkan dikalikan dengan 50, jumlah minggu dalam setahun dikurang  dua minggu liburan. Setelah perhitungan ini, mereka yang awalnya menunjukkan mereka dibayar per jam memiliki gaji yang sedikit lebih rendah (rata-rata antara $ 25.000 dan $ 35.000 per tahun) dibandingkan mereka yang awalnya dilaporkan gaji tahunan mereka (rata-rata antara $ 35.000 dan $ 40.000 per tahun). Mengingat bahwa pekerja yang digaji kemungkinan memegang posisi lebih maju dalam sebuah organisasi, perbedaan ini tampak masuk akal.
Keuntungan. Tabel 1 laporan jumlah dan jenis keuntungan pekerja muda mengatakan mereka menerima. Pekerja muda diminta untuk melaporkan mana dari 16 keuntungan yang mereka terima melalui organisasi mereka. Sebuah nilai keuntungan total dihitung dengan menjumlahkan jumlah peserta yang mendapat keuntungan.
Peluang untuk dipromosikan. Pekerja muda ditanya pertanyaan  untuk mengetahui peluang  dipromosikan:?'' Apakah terdapat secara jelas pengidentifikasi peluang untuk peningkatan dan promosi di dalam organisasi Anda'' Responden menjawab baik'' ya'' atau'' tidak''.

Ada 3 skala item yang digunakan untuk menilai tingkat dan kualitas kesempatan pelatihan yang tersedia bagi pekerja muda Peserta diminta untuk menunjukkan persetujuan mereka, dari 1 (sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat setuju) terhadap tiga pertanyaan berikut,'' Saya memiliki kesempatan yang memadai untuk pelatihan,'''' Pelatihan yang saya terima telah membantu saya untuk bekerja secara efektif dengan pemuda dalam program ini,'' dan'' Pelatihan lembaga ini telah meningkatkan keterampilan pekerjaan saya.'' tingkat alpha Cronbach untuk skala ini adalah 0,74.


ELEMEN UNTUK SUKSES 3: MENDUKUNG LINGKUNGAN KERJA

Dua skala yang digunakan untuk menilai keberadaan dan dampak lingkungan kerja yang mendukung dalam organisasi pekerja muda ': (a) pembuatan keraguan keterlibatan dan (b) pengawasan dan kebijakan manajemen.

Keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Ada 3 skala item yang digunakan untuk keterlibatan pekerja muda 'dalam proses pengambilan keputusan organisasi mereka. Peserta diminta untuk menunjukkan persetujuan mereka dari 1 (sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat setuju) dengan pernyataan berikut:'' Saya memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dengan orang lain dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi saya ,'' Saya memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dengan orang lain dalam membantu mengatur hal-hal yang dilakukan pada pekerjaan saya,'' dan'' Saya memiliki kesempatan untuk memutuskan dengan orang lain apa bagian dari tugas yang akan saya lakukan.'' alpha Cronbach untuk skala ini
adalah .90.

Pengawasan dan kebijakan manajemen. Peserta diminta untuk menunjukkan persetujuan mereka dari 1 (sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat setuju) pada lima item yang menilai kualitas pengawasan dan organisasi manajemen policiesat pekerja muda '. Contoh item meliputi,'' Staf menerima dorongan dari pengawas untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik,'' dan'' Manajemen di lembaga ini cukup fleksibel untuk membuat perubahan bila diperlukan.'' Cronbach'salpha untuk skala ini adalah 0,84.




ELEMEN UNTUK SUKSES 4: DESKRIPSI PERAN JELAS DAN KOMPETENSI MELAKUKAN TUGAS
Dua skala yang digunakan untuk menilai adanya peran kerja yang jelas dan dirasakan khasiat pekerja muda 'dalam menyelesaikan peran mereka: (a) kejelasan peran kerja dan (b) khasiat untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan.

Kejelasan peran kerja. Pekerja muda diminta untuk menilai bentuk persetujuan mereka 1 (sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat setuju) dengan serangkaian empat pernyataan untuk menilai apakah mereka memiliki peran kerja yang jelas dan tanggung jawab. Saya bisa memprediksi apa yang orang lain akan mengharapkan saya pada pekerjaan'' dan'' tujuan kerja saya didefinisikan dengan baik.'' alpha Cronbach untuk skala ini adalah 0,92.

Khasiat untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan. Pekerja muda lagi diminta untuk menilai kesepakatan mereka dari 1 (sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat setuju) pada lima pernyataan yang dirancang untuk menilai efikasi diri pekerja muda 'untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan mereka. Item termasuk,'' Saya secara efektif dapat memecahkan masalah yang timbul dalam pekerjaan saya,'' dan'' Menurut pendapat saya, saya baik di pekerjaan saya.'' Alpha Cronbach untuk thisscale adalah 0,84.
ELEMEN UNTUK SUKSES 5: PENGERTIAN PEKERJAAN YANG DIHARGAI

Responden diminta untuk menilai kesepakatan mereka dari 1 sampai 5 sampai tiga item menilai sejauh mana mereka merasa dihargai organisasi mereka dan pekerjaan mereka. '' Saya memberikan kontribusi bagi keberhasilan program ini,'''' keterampilan bakat  baik digunakan dalam program ini,'' dan'' Saya merasa saya membuat kontribusi yang efektif untuk lembaga ini .'' alpha Cronbach untuk scalewas .68.

ELEMEN UNTUK SUKSES 6: PELUANG UNTUK JARINGAN

Satu pertanyaan,'' Apakah Anda memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan pekerja muda dari lembaga lain?'' Diminta untuk menilai ada tidaknya kesempatan jaringan di organisasi pekerja muda '.




ITEM TAMBAHAN: KEPUASAN KERJA DAN NIAT UNTUK TETAP
DI BIDANG PEMUDA KERJA

Meskipun tidak termasuk dalam analisis regresi, keseluruhan kepuasan kerja pekerja muda 'dan niat untuk tetap di bidang kerja muda dinilai untuk lebih memahami jenis pekerja muda yang menanggapi pertanyaan menurut survey yg ada (diadaptasi dari Hartje et al, 2008. ) menilai kepuasan kerja pemuda secara keseluruhan dan niat untuk tetap bekerja di masa depan. Peserta pertama kali diminta untuk merespon dari'' sangat puas dengan'' tidak puas'' pada skala 4-titik untuk pertanyaan'' Seberapa puaskah anda dengan pekerjaan Anda?'' Peserta kemudian diminta untuk menunjukkan berapa lama mereka mungkin untuk tetap di bidang kerja pemuda dengan salah satu opsi berikut: Kurang dari 1 tahun, tahun 1_2, 3_4 tahun, tahun 5_6, lebih dari 6 tahun, atau'' tidak yakin.'''' Tidak'' tanggapan yakin (terdiri dari 18,7% responden) menurut analisis yg ada.

HASIL

Tabel 2 melaporkan statistik deskriptif untuk variabel kunci penelitian . Tabel 3 menampilkan korelasi antara semua variabel penelitian.